Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Club Binaan FOSSBI Toreh Prestasi, Keraguan Gubernur NTB dan Dikotomi Swasta Mencederai Inpres Nomor 3 Tahun 2019

Anggota Polsek Jerowaru Gedor Rumah-Rumah Petani Sita Pupuk Bersubsidi
November 11, 2021
Kapolda NTB Bersama HMI Meninjau Multiplier Effect Perhelatan WSBK Terhadap Pembangunan NTB
November 16, 2021

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Balik dari bermain di kejuaraan nasional (kejurnas) ke 4 yang di adakan di jantung kota Indonesia, para junior Nusa Tenggara Barat (NTB) U12 menoreh prestasi yang di buktikan dengan memboyong piala kemenangan ke hadapan sang gubernur.

Dihadapan kijang muda yang masih polos ini sang gubernur sempat mengurai janji yang sontak memompa semangat juang untuk semakin gigih berlatih. Kala itu pak gubernur sempat menawarkan bagi mereka yang berminat sekolah perwira polisi agar menghubunginya, bahkan saat itu mereka ditawarkan untuk bermain di iven singa cup yang akan di adakan di negara berlambangkan kepala singa tersebut.

Namun yang namanya lidah tidak bertulang hanya sebatas pemanis sebagai kata sambutan. Kala itu di puji, namun kali ini club Binaan FOSSBI ini di sebut prestasinya bukan murni dari hasil pemain asal NTB. Mirisnya lagi, sang gubernur menyebut  FOSSBI ini adalah swasta.

Catatan ini tentu sangat disayangkan  para punggawa Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI), karena catatan tersebut mendadak muncul disaat club Binaan FOSSBI berupaya mengetuk pintu istana pak gubernur untuk meminta restu bermain KEJURNAS FOSSBI ke 5 di Tangerang.

Meski catatan tersebut tidak disebut langsung oleh sang gubernur, namun ke abesahannya tidak perlu di ragukan lagi karena disampikan langsung via telpon oleh Mulyadi staf khusus pengawalan program dari gubernur zulkeflimansyah pada hari Kamis (11/11) sekira pukul 08.00 WITA.

Di waktu berbeda via phone, ketua Forum sekolah sepak bola Indonesia (FOSSBI) Sayid Fuad Rizal Heyder menanggapi pernyataan gubernur NTB yang menyebut FOSSBI adalah lembaga swasta dan prestasi yang di toreh pada KEJURNAS FOSSBI KE 4 bukan murni hasil pemain dari NTB.

“Mau swasta maupun pribadi, selama mereka warga negara Indonesia dan khususnya warga NTB semestinya diberikan dukungan, jangan menyebut swasta dong, tidak boleh seorang pemimpin men dikotomi seperti itu” tegas Sayid Fuad Rizal.

Lanjutnya lagi, Fungsi pemerintah itu adalah untuk mengembangkan potensi masyarakat di segala bidang seperti  olah raga, politik, sosial, ekonomi, budaya, kesenian dan pendidikan. Didalamnya juga ada amanat instruksi presiden nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan pembanguan persepakbolaan nasional.

“Disitu jelas di berikan tugas kepada semua menteri dan kepala daerah seperti gubernur, bupati untuk memberikan pembinaan kepada rakyat indonesia untuk mendukung percepatan pembangunan persepakbolaan nasional, jadi tidak boleh men dikotomi itu swasta itu pemerintah” terangnya.

“Lalu kalau swasta harus lepas tangan, tidak mau di kembangkan, tanya dia.

Secara historynya, lanjutnya lagi, FOSSBI ini berdiri 2016 sampai saat ini tidak pernah meminta bantuan maupun mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Sehingga kami sudah terbiasa berjalan dengan swadaya, mengenai pemerintah mau membantu atau tidak itu tidak masalah, tapi FOSSBI tetap melaksanakan kejuaraan, karena kami ingin membuktikan” tegasnya.

Sedangkan mengenai prestasi yang di toreh club’ “Satria muda” tersebut, sebaiknya gubernur menanyakan langsung kepada panitia, karena sudah jelas NTB tercatat sebagai pemenang di tingkat nasional pada KEJURNAS FOSSBI ke 4 ” buktinya pialanya saat ini ada di NTB” ujarnya.

Bahkan, tambahnya lagi, pada tahun ini, tepatnya pada bulan Desember, KEJURNAS FOSSBI akan di adakan di NTB, ” karena kita menjadi juara satu pada U12 kemarin,.makanya bulan Desember besok, NTB jadi tuan rumah” tutupnya. (TD)

Pasang Iklan