Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Kapolsek Sakti Dan Forkopimcam Monitoring Vaksinasi Lansia Di Kantor Desa Montong Tangi

Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Malang Ini Ditemukan Di Gazebo Warga
April 27, 2021
Cipta Kamtibmas, Personel Polsek Masbagik Rutin Lakukan Patroli
April 30, 2021

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Salah satu langkah pemerintah didalam mengantisipasi penyebaran virus covid-19, diantaranya, penyuntikan vaksin sinovac kepada seluruh masyarakat yang sebelumnya sudah di jalankan oleh aparatur pemerintahan, namun selanjutnya vaksinasi akan di lakukan kepada warga rentan seperti warga lanjut usia (lansia).

Pelaksanaan vaksinasi lansia ini tetap mendapat monitor dari aparat kepolisian dan Forkompimcam setempat untuk memastikan situasi dalam keadaan aman dan kondusif, sekaligus memberikan motifasi dan semangat kepada para lansia didalam menjalani vaksinasi.

Kali ini aparat kepolisan sektor sakra timur yang dipimpin langsung Kapolsek Sakra timur Iptu Ahmad Amin bersama beberapa anggota dan Forkompimcam setempat melakukan monitoring vaksinasi lansia di aula kantor Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, pada hari Rabu (28/04).

Dalam giat ini, terlihat Forkopimcam yang seperti Camat Sakra timur yang diwakili Kamaluddin, Kapolsek Sakra timur Iptu Ahmad Amin, Danposramil Sakra timur, Serma Imran, KTU Puskesmas Lepak, Safwan, Kades Montong Tangi H Endang Tohir, Babinsa Montong Tangi Serma Anwar, BKTM Desa Montong Tangi Brig Hartawan, Para Kawil se Desa Montong Tangi, Para lansia dari yg melaksanakan vaksin dengan jumlah  49 Orang.

Berdasarkan data lansia yang menjadi target vaksinasi di Desa Montong Tangi ada 256 Orang, namun yang hadir dan mendaftarkan diri berjumlah 49 Orang, dan yang lolos ke penyuntikan vaksin ada 34 Orang, sedangkan 15 Orang akan di buatkan jadwal ulang, akibat penyakit asma, sesak dan darah tinggi.

Dari sejumlah lansia yang hadir, akan melalui tahapan seperti proses vaksinasi biasanya, kata Kapolsek Sakra Timur Iptu Ahmad Amin, yakni, mulai dari pendaftaran dengan penyerahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas vaksinator yang ada ditempat itu, kemudian secara bergiliran akan di lakukan screening dengan mengecek tensi darah dan menanyakan riwayat penyakit yang diderita.

Pada tahapan ini lanjutnya lagi, hasilnya akan menjadi penentu para lansia akan lanjut atau tidaknya ke tahapan suntik vaksin, “bila tensi darah tidak normal atau ada riwayat penyakit berbahaya maka tidak akan di lanjutkan ke penyuntikan vaksin, tapi kalau semuanya normal, akan lanjut ke penyuntikan vaksin,” jelasnya.

Dalam giat monitoring ini, selain ingin memastikan target vaksinasi tercapai, aparat juga melakukan koordinasi dengan Forkopimcam, agar pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan aman, tertib dan kondusif serta dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.(TD)

Pasang Iklan