Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Mengaku Terlilit Bunga Berjalan Rentenir, Seorang Warga Terpaksa Menjadi TKI, ADBMI dan SBMI Angkat Bicara

Polri Awasi 17 Ribu Pasar Pastikan Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng Terjaga
Juni 10, 2022
Kapolri-Dewan Pers Bertemu, Sepakat Cegah Polarisasi Pemilu
Juni 22, 2022

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Seorang warga inisal MJD (30) asal Kecamatan Sakra Selatan mengaku kepada awak media, Jum”at (10/06) sekira pukul 20.00 wita, bahwa dirinya dalam bulan ini akan berangkat ke Malaysia untuk mengadu nasib. Ia mengaku terpaksa menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia akibat terjerat hutang di rentenir dengan bunga berjalan.

“Saya terpaksa ke Malaysia pak untuk mencari penghasilan lebih, karena dari hasil usaha saya saat ini tidak bisa menutup bunga hutang yang terus berjalan yang aturannya di buat oleh rentenir yang terus membengkak” keluhnya.

Kendati kerap kali ia meminta kebijaksanaan dari pihak rentenir untuk menyelesaikan hutangnya sesuai kemampuan namun selalu di tolak, bahkan penagihan yang dilakukan sering disertai dengan ancaman yang membuatnya semakin merasa tidak tenang.

“Setiap saya tawarkan untuk menyelesaikan hutang sesuai kemampuan disertai jalan keluar yang saya tawarkan selalu di tolaknya, terkadang pada situasi itu ia melakukan ancaman, jadinya masalah ini tidak ada penyelesaian”pungkasnya.

Sehingga ia berfikir jalan satu-satunya adalah menjadi TKI di Malaysia yang dianggapnya bisa menghasilkan uang lebih untuk menutup hutang pokok dan bunga berjalan yang di terapkan oleh rentenir tersebut.

“Mengingat hasil usaha yang saya geluti dengan berjualan sembako yang saat ini cenderung sepi pembeli, menjadikan saya tidak punya jalan keluar lagi selain terpaksa harus merantau keluar negeri, biar hutang saya tidak semakin membengkak” ujarnya.

Menanggapi kasus tersebut, saat dihubungi via akun WhatsApp, Sabtu (11/06) sekira pukul 10.40 WITA, Direktur Adavokasi Buruh Migran Indonesia Roma Hidayat menyebutkan bahwa disitulah pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Proyek Kredit Usaha Rakyat (KUR), Badan Amil Zakat Dusun (Bazisdus) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) serta badan alternatif sejenis yang dapat jadi pilihan selain rentenir.

“Kalau juga tidak ada solusi maka tawakkallah paling bagus”tulisnya, singkat.

Mengenai kasus tersebut, ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) Usman, pada hari yang sama ikut angkat bicara melalui akun Whatsapp-nya. Dalam tulisannya ia mengakui kalau faktor ekonomi, faktor berhutang untuk kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari masih menjadi alasan masyarakat untuk menjadi TKI ke luar negeri.

Meskipun adanya program dari pemerintah daerah untuk bantuan modal dan adanya proyek KUR namun dianggapnya sasarannya tidak jelas, ” buktinya masyarakat yang betul-betul butuh tidak pernah di perhatikan” sindirnya.

“Bahkan pak Wabub selalu menanyakan siapa-siapa saja yang dapat KUR itu” tutupnya.(td)

Pasang Iklan