Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

PMI Asal Lotim Disiksa Sang Majikan, Diduga Korban Human Trafficking Melapor Ke Polres Lotim

Lotim Masuk Zona Kuning, Surat Edaran Bupati Minta Satgas-19 Perketat PPKM Darurat Imbangan
Juli 14, 2021
Usai Melangsungkan Tabligh Akbar Virual Di Masjid AL-Ishlah, Kapolres Lotim Berikan Arahan Team TGRM, Begini Arahan Kapolres……
Juli 15, 2021

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur (Lotim) atas nama marwiyah, sesampainya di Indonesia menceritakan tentang perlakukan tidak manusiawi yang diterimanya dari sang majikan kepada pihak keluarga. Mendengar kabar menyedihkan tersebut, pihak keluarga bersama korban langsung membuat laporan ke Polres Lombok Timur. Belum lama ini.

Buntut dari laporan tersebut, Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio, SIK, MH, langsung turun mencari tau informasi tentang keluarga PMI ini melalui pihak keluarga korban. Karena mendengar pengakuan dari korban sendiri adanya indikasi tindak pidana penganiayaan sehingga melaporkannya ke Polres Lotim. Hal ini disampaikannya di depan awak media pada zoom meeting di rupatama Polres Lotim, pada hari Rabu (14/07), sekira pukul 22.10 WITA.

Bahkan Tunggul memastikan  Polres Lotim akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan akan mengungkap kemungkinan korban adalah salah satu korban perdagangan orang (human Trafficking). “Untuk itu, saya sarankan kepada para calon PMI agar tidak mudah percaya iming-iming dan janji-jani sponsor” ungkapnya.

“Namun yang pasti, Polres Lotim siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan kasus PMI ini” ujar tunggul.

Kasus marwiyah ini juga ditanggapi oleh Atase Kepolisian Republik Indoneia untuk Arab Saudi Kombes Pol. Erick Hermawan, mengenai kepulangannya ke Indonesia tanpa koordinasi dengan KJRI Jeddah maupun KBRI Indonesia. “Keberadaan Marwiyah diketahui setelah adanya laporan dari BP2MI di Jakarta dan KBRI” jelas Hermawan melalui zoom meeting.

Sehingga terkuak dugaan sementara Marwiyah dipulangkan langsung oleh majikannya karena adanya tindak pidana penganiayaan yang dialaminya. Namun dugaan tersebut menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari aparat kepolisan terlebih dahulu. Bahkan duta besar Republik Indonesia (Dubes RI) menjadikan hal ini sebagai atensi.” dan kami akan berusaha maksimal agar hak dari PMI tersebut dapat terpenuhi” kata Hermawan.

Demikian halnya yang disampikan Kabid Humas Polda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol Artanto, S.I.K, MH, bahwa Polda NTB dan Polres Lotim sangat atensi terhadap permasalahan PMI, bahakan akan ditindak lanjuti melalui Penyidikan dan penyelidikan yang akan dilakukan oleh Polres lotim, termasuk juga akan mengungkap kemungkinan PMI tersebut menjadi korban perdagangan orang dan memastikan Polres Lotim akan bekerja sama dengan pihak terkait dan akan memberikan informasi secara berjenjang dan bertahap.

Melalui zoom meeting tersebut, pengakuan BN2IP Mataram Asyip Supriyanto, “Dokumen yang kami dapatkan hanya berupa copy visa dan paspornya saja dan bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kami” ujar Supriyanto. Meski demikian, untuk mengungkap kasus PMI ini, ia akan berkoordinasi dengan Polres Lotim dan pihak terkait untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, meski belum mendapatkan keterangan yang pasti dari yang bersangkutan.

Senada disampikan Kadisnakertrans Lotim Drs. H. Supardi yang mengetahui  keberadaan PMI atas nama Marwiyah setelah mendapatkan info dari BP2IP Mataram yang menyebutkan kalau PMI tersebut tidak terdaftar dalam sistem BP2IP, kendati demikian disnakertrans bersedia memfasilitasi, namun membuatkan surat kuasa agar hak-hak PMI tersebut dapat terpenuhi.(TD)

Pasang Iklan