Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Usai Melangsungkan Tabligh Akbar Virual Di Masjid AL-Ishlah, Kapolres Lotim Berikan Arahan Team TGRM, Begini Arahan Kapolres……

PMI Asal Lotim Disiksa Sang Majikan, Diduga Korban Human Trafficking Melapor Ke Polres Lotim
Juli 15, 2021
Hari Ke Tiga PPKM Darurat Imbangan, Kapolsek Pringgasela Bersama stake holder Sisir Pengusaha Karaoke
Juli 16, 2021

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio, SIK, MH, usai menggelar Tabligh akbar secara virtual, ia memberikan arahan kepada Team Gerak Revolusi Mental (TGRM) yang sedang menjalankan itikaf 3 malam di masjid Al-Ishlah polres Lombok timur, pada hari Kamis (15/07).

Kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, S.I.K, M.H, arahan disampaikan setelah melaksanakan tabligh Akbar secara virtual bersama beberapa tokoh agama dan forkopimda Lombok Timur yang di ikuti oleh 220 masjid yang tersebar di masing-masing desa yang ada di kabupaten Lotim.

Saat itu, Kapolres terlihat didampingi Kabag sumda polres lotim AKP Didik Harianto SH, Kasi propam Iptu Arif Budiman SH dan team TGRM Polres Lotim yang berjumlah 40 orang.

Didepan team TGRM yang berjumalah 40 orang tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa Dakwah merupakan bagian dari tugas aparat kepolisian sebagai pelindung, pengayom, pembimbing masyarakat dan juga sebagai penegak hukum. “semoga tugas kita ini tercatat sebagai amal ibadah oleh allah SWT di akhirat nanti” panjatnya.

Lanjut Tunggul, karena menciptakan kerukunan dan toleransi merupakan salah satu amanah yang diberikan negara sebagai anggota kepolisian. Untuk itu, sebagai anggota polri harus paham dan mengerti tentang keragaman suku, bangsa dan keyakinan yang berada di negara ini.

Dalam mewujudkan kerukunan dan toleransi ini, ia mengarahkan agar anggota kepolisian tidak boleh apatis dan harus siap dalam menjalankan tugas sebagai mana yang di amanatkan dalam UU.

“Jadi, sebagai personil Polri, mari kita gelorakan toleransi antara Umat beragama (Ukhuwah Insaniyah), antar Negara (Ukhuwah Wathaniyah) dan antar sesama Umat Islam (Ukhuwah Islamiyyah)” pinta Tunggul.

Terlebih lagi, hidup bertoleransi merupakan rumus yang paling tepat untuk mengajak masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas dan kondusifitas Kamtibmas.

Sepatutnya kita berkaca dari sejarah negara Indonesia yang pernah di jajah oleh bangsa asing seperti negara Belanda selma 350 tahun dan negara jepang selama 3,5 tahun.

Atas peristiwa kelam bangsa Indonesia saat itu, maka sejarah negara perlu untuk di pelajari sebagai pembelajaran kedepan, dengan harapan negara Indonesia menjadi negara yang disegani oleh dunia.

Perlu juga mengambil contoh negara cina dan negara india yang punya catatan kelam pernah di jajah oleh bangsa lain, namun saat ini kedua negara tersebut menjadi negara maju dan disegani dunia.

“Untuk itu, mari kita belajar dari negara tersebut dengan cara tidak mudah terprovokasi oleh bangsa-bangsa asing yang ingin menjatuhkan negara kita, mari kita tingkatkan toleransi antara umat beragama dengan saling menghargai perbedaan” pungkasnya.(TD)

Pasang Iklan